Why people tend to “hurt” their loved one?
That question raised by my much younger friend after we watched an episode of The Queen Seon Deok on local TV. She refered to an emotional scene where little Deok Man (the Queen to be) was having a heated argument with her leader Yoo Shin, and later Deok mentioned him as “the cruel one” because Yoo Shin pushed her to the limit in a training to be a soldier. Deok Man was still so young in this episode but we, the watchers a k a the chick flick lovers, had this certainty that Deok Man will fall in love with Yoo Shin later. Oh yeah, that’s for sure, Pal!
The colossal drama of Queen Seon Deuk came just about time to save all of us here from being too sick watching Indonesian TVs these days for it has been trashed with silly soap opera called the gecko against the crocodile plus lady Godzillas. ( well, I am referring to the stupid war by the croc and Godzillas to topple the anti corruption commission or KPK. It went ugly these days, including a murder plot in it, of a greedy lobbyist who has three wives, where the youngest , miss Universe wanna-be Rani Juliani, was set by her own husband to seduce the anti corruption leader in a hotel room. Transcript of this vulgar scenario was made available by the very kinky district attorney Cyrus Sinaga. I do bet that Mr Sinaga is such a best candidate to replace Miyabi’s recent vacant position in Indonesian triple x industry-after the FPI attack. I mean, Cyrus Sinaga’s imagination is beyond wild! Check it out by yourself at your nearest newspaper portal for some disgusting details).
The serialized drama from South Korea is more than entertaining, and it really gave me a little trouble in the afternoon, need some effort for working people like most of us just to not miss it. (I mean, this film should go on prime time!!!) .
Well, back to the question above, I do have nothing to answer it but being the oldest in my workplace, it is like a curse that it was me who should take the responsibility to say wise words that would help my colleagues to digest the secret of love. And because I kept my big mouth shut for a while, my friends start harassing me with another silly question about it.
Doing my best to be a wise “big sister”, I put my most serious look and said like I really mean it, that we usually have a very high expectation from our special someone that unfortunately, sometimes, it just turns our relationship into the wrong direction, because of the lack of communication skill in explaining the hope, instead of giving an endorsement, we tend to push it too hard, even emotionally “torture” our beloved ones!
So, I kept going on, when I pushed the President hard, like everyday, actually it is just because I do have a very high expectation that he WILL be able to kill all the godzillas, including in his own party! It is because of the LOVE! Great excuse, isn’t it?
My friends nod their heads. Thank God, it seems that my friends believe it. So, it’s just another “Good Job, Rita”! Ha-ha. I am happy now!
Ups, just wait a moment, do they mean it, like, they do really believe what I’ve just said? Hmm, that sounds fishy, doesn’t it?
photos : the south korean colossal drama (taken from Wikipedia) and rani with her murdered husband on their secret wedding day (from detik.com).
the translation dalam Versi Bojong Kiyut
(Buat seorang teman yang ngaku “addicted” baca bahasa Bojongkiyut, thanks yo, Pal)
Kenapa sih orang suka kejem sama orang yang dia cintai?
Nah loh! Pertanyaan itu meluncur gitu aja dari seorang teman yang imut, sehabis kami rame-rame nongkrongin episode kemarin lusa dari sinetron The Queen Seon Deok yang keren pisan di Indosiar. Ceritanya, kita-kita pada gemes ngeliat Deok Man gak brenti ngelawan komandannya, Yishin, trus ngatain Yishin “kejem booo” karena komandan satu itu tega bener gak brenti nambah karung pasir hukuman buat Deok Man yang udah ngos-ngosan. Deok Man saat itu masih bau kencur, 12 tahun, tapi kita-kita yang nonton sudah sok teu bahwa plot lanjutanya PASTI si Deok Man bakalan jadian tuh sama Yishin, kelak. (Iya kan? Ya kan? Hehehe)
Drama kolosal Ratu Sendok ini beneran kayak oasis di padang gersang yang bikin rasa muak waktu nyalain tivi bisa lenyap. Gimana gak muak, berbulan-bulan kita disuguhi sinetron sampah berjudul Cicak dikeroyok Buaya, Kadal, Komodo dan Godzilla. (Itu tuh, operasi penggembosan KPK yang makin lama makin busuk baunya kecium ke seluruh Endonesa. Sinetron Kepung Cicak ini barangkali mo niru pilem Agatha Christie, makanya pake dikasih plot bunuh-bunuhan segala, dengan korban tewas satu orang direktur yang hobinya maen golep dan punya bini tiga biji! Sang bini muda yang paling bontot, Rani Juliani, ternyata gak cuman faseh banget dadah-dadah kayak ratu sejagad di tipi, Lady Godzilla Rani ini ternyata juga faseh dikaryakan buat ngerayu bos KPK di kamar hotel. Skenario adegan vulgar yang masih konon terjadi itu dicatet dengan dahsyat UNTUK PUBLIK oleh yang terhurmat Tuan Jaksa Cyrus Sinaga. Bapak Jaksa yang hot berat itu cocok juga kalo skalian aja kita jadiin kandidat tokoh fenomenal soal gituan yang lagi kosong ditinggal mbak miyabi yang sekarang lagi tiarap setelah dikejar-kejar FPI bulan kemaren. Gak percaya? Beuhhh, cek aja ndiri ke mbah gugel, cari portal terdekat yg mejengin transkrip jijai bajai ituh!).
Nah, kembali ke laptop yah! Gw bingunglah ditanyain soal-soal gituan. Tapi gimana lagi, berhubung uban ini gak bisa nipu, bahwa gw adalah yang paling senior (baca : tuwa!) maka temen-temen dengan sepenuh hati meyakini bahwa itu udah kwajiban moral gw untuk ngejawab pertanyaan yang cihuy tadi. Set dah, gw sih emang udah mulai uzur, yah namanya juga udah emak-emak paruh baya, tapi soal cinte-cintean gitu mah gw masih selugu Gita Gutawa loh, .. hahaha! Tapi, gara-gara gw belagak cuek, anak-anak itu malah kayak sengaja pada nungguin, sambil nambah nanya soal-soal sejenis itu pula yang kagak ada brentinya. Yah, terpaksalah gw belagak bijak
Dengan mengucap Basmallah dalem hati secara khusu dan tawadlu, maka gw pasanglah ini wajah gw kalo tanggung bulan, super serius dua rius, gitu. Terus, mulailah gw menjelaskan dengan bahasa Endonesa yang baik dan benar menurut ejaan yang disempurnakan, bahwasanya kita ini kerap memiliki harapan yang terlampau tinggi terhadap orang yang kita sayangi. Nah, harapan yang melambung ini harus disampaikan dengan cara yang benar biar tak kontraproduktif dan justru merusak hubungan itu sendiri, dengan kecenderungannya untuk menyakiti perasaan orang yang disayangi
Jadi, contohnya nih, kalo selama ini gw rese banget ngeritik Presiden yang waktu kampanye heboh bilang “Katakan Tidak Pada Korupsi” tapi malah belagak pilon sama segala Anggodo, Anggoro, Ong Juliana, Susno, Ritonga, Wisnu, dan para Godzilla di belakang skandal Century, well, itu tuh karena gw sayaaaang sama die, karena gw punya harapan yang mulukkkk bahwa dia bakalan mampu ngancurin para Godzilla itu walo pun mereka ternyata, jika terbukti, adalah orang-orang dekatnya sendiri!
Penjelasan yang keren kan? Temen-temen juga pada ngangguk-ngangguk guk guk guk, kayaknya mereka puas bener dan percaya sama petuah gw yang tumben rada kliatan bernalar ini. Manteb lah, gw jadi lega!
Eh, tunggu, tunggu, apa beneran anak-anak ember itu pada percaya? Hla kok jadi gw sendiri yang kagak percaya sama sekali? Weleh-weleh, opo tumon iki!
Pringatan daripada Pemrentah :Semua keanehan penulisan ejaan dan grammar bukan atas kesalahan monitor Anda. Meniru ejaan tersebut berbahaya bagi kesehatan janin dan bisa menyebabkan guru bahasa Anda setres.








What is the similarity of American George Walker Bush with Iranian Ahmadinejad and Indonesian Susilo Bambang Yudhoyono? Well, they all won their second term in office in a scandalous election 

